Penelitian yang dilakukan tim dosen Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) NTN mengkaji efektivitas anggaran LAZISNU dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dari berbagai aspek, tidak hanya ekonomi, tetapi juga pendidikan, kesehatan, sosial, serta pemanfaatan teknologi digital
SEMPATBACA.COM – Pengelolaan anggaran zakat berbasis teknologi digital yang dilakukan LAZISNU Lombok Barat terbukti memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan kelompok rentan. Hal ini terungkap dalam penelitian yang dilakukan oleh tim dosen Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Nusa Tenggara Barat pada tahun 2025.
Seluruh rangkaian persiapan, penyusunan proposal hingga selesai berlangsung Februari sampai Desember tahun ini.
Penelitian tersebut mengkaji efektivitas anggaran LAZISNU dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dari berbagai aspek, tidak hanya ekonomi, tetapi juga pendidikan, kesehatan, sosial, serta pemanfaatan teknologi digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan digital mampu meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS).
Kegiatan distribusi anggaran Lazisnu
Ketua tim peneliti, Mashur, menjelaskan bahwa selama ini pengukuran kesejahteraan penerima zakat cenderung berfokus pada aspek ekonomi semata. Padahal, kesejahteraan masyarakat bersifat multidimensional.
“Melalui penelitian ini, kami menemukan bahwa anggaran zakat yang dikelola secara baik dan berbasis digital dapat berkontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas hidup kelompok rentan, termasuk akses pendidikan dan kesehatan,” ujarnya.
Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed methods, yakni mengombinasikan survei kuantitatif kepada penerima manfaat dengan wawancara dan observasi lapangan. Analisis data menunjukkan bahwa seluruh dimensi kesejahteraan yang diteliti berpengaruh signifikan terhadap efektivitas anggaran LAZISNU. Secara keseluruhan, model penelitian mampu menjelaskan lebih dari 40 persen variasi efektivitas anggaran.
Meski demikian, penelitian juga mencatat sejumlah tantangan. Rendahnya literasi digital sebagian penerima manfaat, keterbatasan sumber daya manusia pengelola, serta belum optimalnya keberlanjutan program pemberdayaan menjadi kendala utama dalam implementasi digitalisasi zakat.
Anggota tim peneliti, Dewi Natalia Sri Harmoni, menilai bahwa hasil penelitian ini dapat menjadi dasar perbaikan kebijakan pengelolaan zakat ke depan.
“Digitalisasi harus dibarengi dengan pendampingan dan peningkatan kapasitas, baik bagi pengelola maupun penerima manfaat, agar dampaknya lebih berkelanjutan,” katanya.
Penelitian dengan skema Penelitian Dosen Pemula (PDP) ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan tata kelola zakat di daerah, sekaligus menjadi rujukan bagi lembaga zakat lain dalam mengoptimalkan pemanfaatan teknologi digital untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.


إرسال تعليق