PC ISNU Lobar Nyalakan Semangat Literasi

 


Ilustrasi, sempatbaca.com



“Siapapun yang punya komitmen untuk memperbaiki diri dan mengubah keadaan di masa depan menjadi lebih baik, maka literasi adalah jalannya,” demikian kata orang bijak. 


Kutipan menarik lainnya, disampaikan guru bangsa Bernama Gus Dur. Gus Dur mengungkapkan, “Orang yang tak membaca sama dengan tak hidup”. Lain Gus Dur lain pula dikatakan Pramoedya Ananta Toer tentang Literasi, khususnya menulis. Pram menyatakan: menulis adalah bekerja untuk keabadian, serta perjuangan untuk menegakkan kebenaran dan kemanusiaan, yang membutuhkan keberanian, ketekunan, dan proses belajar terus-menerus.


SEMPATBACA.COM- Sepertinya, kutipan di awal itu menjadi spirit yang menggerakkan PC ISNU menyalakan Kembali api Literasi.  Dalam pada itu, Pengurus PC Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kabupaten Lobar siap melaksanakan program yang sudah dirancang untuk satu tahun ke depan. Antara lain menggelar kegiatan Ngobrol Pintar (Ngopi) dan Safari Literasi. Juga program lain yang sedianya mendesak untuk dilakukan.


Program tersebut, diawali pengurus ISNU dengan melaksanakan kegiatan Ngopi. Setelah itu, disusul kegiatan Safari Literasi untuk pesantren. “Untuk Ngopi ini (30 desember, Red) dikhususkan bagi pengurus ISNU, dan melibatkan pendidik, pemuda, sarjana dan mahasiswa,” kata panitia penyelenggara Saiin Qodir saat dikonfirmasi sempatbaca.com. Nah, untuk safari Literasi, sambung Qodir, rencananya melibatkan santri dan santriwati seluruh Ponpes di Lobar. 


Ngopi Literasi sebagai Pembuka

Kegiatan Ngopi bertajuk, Pemuda dan Pelajar Berdaya melalui Membaca dan Menulis” dilaksanakan di Balatkop, Selasa (30/12). Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber. Pertama, ibu Royati, seorang pendidik sekaligus alumni LPDP, serta Mashur, pegiat literasi dan dosen Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) NTB.


Ketua ISNU Lombok Barat, Zahrul Hadi, dalam sambutan kegiatan pembuka di acara itu mengungkapkan bahwa seluruh ikhtiar yang dilakukan ISNU dilandasi niat semata-mata untuk berkhidmat. Menurutnya, meskipun Surat Keputusan (SK) kepengurusan telah diajukan sejak satu tahun lalu dan hingga kini belum diterbitkan, hal tersebut tidak menyurutkan semangat pengurus untuk membaca peluang dan memulai gerakan nyata di tengah masyarakat.


BACA JUGA : Spirit Pengurus PC ISNU Lobar Tetap Menyala Meski Belum Dilantik


Program Safari Literasi, dirancang untuk dilaksanakan selama satu tahun penuh. Program ini akan menyasar santri kelas III MTs dan Madrasah Aliyah di sejumlah pondok pesantren yang ada di Lombok Barat. Melalui safari literasi ini, ISNU akan bersilaturahim dan berkunjung langsung ke pesantren-pesantren dan mengagendakan kegiatan peningkatan literasi membaca dan menulis.



Foto bersama pengurus ISNU Kab Lobar dengan peserta kegiatan ngopi dan safari literasi 



Dari kegiatan itu, Zahrul berharap, santriwan dan santriwati memperoleh pengetahuan dan kemampuan literasi yang tidak hanya teoritis tetapi juga praktis. Khususnya dalam menulis. “Lebih jauh, setelah memiliki kemampuan menulis, mereka didorong untuk menulis biografi tokoh atau guru-guru di pondok pesantren tempat mereka menimba ilmu”. 


Dengan kemampuan literasi yang baik, sambungnya lagi, santri memiliki peluang lebih besar untuk mengakses beasiswa, terutama karena kemampuan menulis esai menjadi salah satu syarat penting dalam seleksi beasiswa.


Dari rangkaian kegiatan safari literasi ini diharapkan lahir karya berbentuk buku, yang bersumber dari tulisan santri-santriwati berbagai pondok pesantren di Lombok Barat dan tulisan dari pengurus ISNU sendiri.


Peserta kegiatan ngopi-safari literasi yang digelar PC ISNU Lobar


“Semoga ikhtiar ini dapat direalisasikan dengan baik dan memberi manfaat nyata bagi penguatan literasi santri dan masyarakat pesantren,” Harap Zahrul. 


Post a Comment

أحدث أقدم